Wisata Alam Mamuju yang tak tersentuh

Wisata Alam Mamuju yang tak tersentuh
Campaloga

Sabtu, 01 Agustus 2009

मालम MINGGU

Malam minggu bagi para remaja zaman sekarang adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya sebagai waktu luang untuk melepaskan penat setelah seminggu bergulat dengan pelajaran, namun bagi sebagian remaja, malam minggu identik dengan tradisi hura-hura dan wakuncar (waktu kunjung pacar). Kegiatan ini mulai marak seiring dengan masuknya budaya barat yang lebih ‘membebaskan’ hubungan antara laki-;laki dan perempuan. Banyak remaja yang memanfaatkan waktu malam minggu atau malam ahad mereka untuk berhura-hura dan juga untuk ,wakuncar’(waktu kunjung pacar).
Seolah-olah sudah menjadi tradisi, bagi remaja yang tidak melakukan tradisi ini yakni pacaran dan hura-hura, dianggap kuper atau tidak gaul. Padahal kegiatan yang demikian itu jika dilihat dari segi manfaat lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.. Bagi remaja Islam, kegiatan malam minggu hendaknya tidaklah demikian, karena remaja Islam sejati tidak akan mengikuti budaya orang-orang kafir.

Hura-hura dan wakuncar di malam minggu yang dilakukan remaja seperti jalan-jalan di mall, nonton film di bioskop, makan malam diluar menjadi agenda sebagian remaja yang terpengaruh oleh tradisi budaya barat. Mudharatnya kegiatan tersebut banyak sekali seperti pemborosan, berkhalwat dengan non muhrim, hingga dosa besar mendekati zina. Tidak ada manfaat yang dapat diambil dari kegiatan hura-hura dan wakuncar yang kini sering dilakukan oleh sebagian remaja. Sebagai remaja Islam, tentu harus berbeda dengan mereka yang melakukan kegiatan mubazir seperti di atas. Meski gejolak darah muda dalam diri seorang remaja mulai memanas, sehingga banyak alasan pembenaran yang dikemukakan seperti untuk semangat belajar, untuk belajar mengenal lawan jenis, untuk refreshing , karena cinta/sayang, dan lain-lain, alasan pembenaran kegiatan tersebut tentulah tidak tepat dengan syariah agama Islam. Islam adalah agama keselamatan bagi umat manusia, karenanya para remaja Islam tentu harus mengikuti syariah agama agar bisa selamat di dunia dan di akherat.

Sebuah perenungan yang patut direnungkan melalui akibat-akibat tradisi malam mingguan yang sudah berlangsung selama berpuluh tahun ini Pertama, berapa banyak remaja menikah di usia dini akibat hamil di luar nikah, berapa banyak kasus perkosaan yang terjadi tiap tahun, berapa banyak bayi-bayi tak berdosa yang tak memiliki bapak atau pun mati mengenaskan di tempat sampah?, berapa banyak remaja yang kini berani beradegan mesum dan kemudian dipublikasikan?Jika jawabannya banyak, maka masihkah pantas tradisi seperti ini tetap dipertahankan di kalangan remaja?Jika mudharat yang dibawa tradisi malam mingguan seperti di atas ternyata terbukti sangat banyak dan tentu membahayakan masa depan para remaja, sanggupkah para remaja sekarang merubahnya? Bagi para remaja Islam sejati, kenyataan ini seharusnya menjadikannya sanggup menjadi pelopor perubahan itu dengan membangun aqidah dan akhlaq Islamiyah yang kuat dan mengaplikasikannya dalam kebiasaan hidup sehari-hari.

Malam minggu/ahad dan hari ahad hendaknya dijadikan sebagai waktu yang lebih bermanfaat dan lebih produktif. Zaman yang semakin sulit seperti sekarang ini, seharusnya disadari para remaja untuk lebih produktif dan berprestasi demi menunjang masa depannya kelak. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dalam mengisi malam minggu/ahad dan hari ahad yang lebih bernilai positif, antara lain mengikuti klub atau kursus yang mendukung pengembangan bakat, sehingga pada akhirnya dapat menambah tabungan dan lebih mandiri dengan memanfaatkan kemampuan/bakat yang dimiliki tersebut.Kegiatan positif ini juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas aqidah dan akhlak islamiyah. Dengan demikian, hidup seorang remaja Islam sejati akan lebih berarti dan insyaAlloh mendapat ridho dari Alloh SWT.

Kehidupan masa remaja Rasulullah SAW dapat menjadi suri teladan, dimana masa remaja Beliau dilalui dengan perjuangan dan kerja keras diiringi dengan akhlaq yang terpuji. Hasilnya sangat luar biasa, Beliau menjadi seorang pemimpin yang sangat disegani sekaligus ditakuti oleh seluruh bangsa di dunia. Memanglah tepat, masa remaja seharusnya tidaklah dihabiskan dengan hura-hura dan mengikuti nafsu duniawi namun digunakan untuk menempa kemampuan diri dan pribadinya sebagai bekal hidup di hari kemudian. Masa remaja merupakan masa emas dimana banyak impian, cita-cita, dan harapan tinggi dalam genggaman erat untuk diwujudkan. Jika masa remaja hanyaa dihabiskan hanya dengan mengikuti nafsu duniawi saja, hasilnya sungguh luar biasa sangat rugi. Kelak akan hidup terlunta-lunta dan menderita tidak hanya di dunia namun juga di akherat nanti.Na’udzubillahimindzalik.Wallahu’alam bi shawab ##

Sabtu, 25 Juli 2009

Pengadilan Praduga Bersalah dan Peribahasa Planet Mars

Tatkala bom *boarrrrrr* maka kehebohan bergelora. Muncullah tampank2 yang memberi statement yang diarahkan ke fihak2 yang tidak disukainya. Pastinya apapun yang mereka katakan MASYARAKAT TAK PUNYA AKSES UNTUK MEMBUKTIKAN STATEMENT2 TSB.

Makanya demi menghormati PUBLIK yang sejatinya punya Hak Kejelasan Informasi. Artinya TIDAK BOLEH ADA ORANG MEMBERI STATEMENT YANG TIDAK DISERTAI PERTANGGUNG JAWABAN ATAS STATEMENT TSB. Mangnya ini negara isu apa ¿ Heuheuheu..
Dus, baik PENUDUH maupun TERTUDUH harus diminta keterangannya alias dipanggil at least sebagai saksi. Praduga itu Bersalah, jika dia terus dibiarkan "mengambang". AB Ba'asyir, Hendropriono, CIA, aparat, JI, pesantren Islam, sopir truck (dgn nama kekristen2an) Israel n siapapun yang masuk dalam gelanggang Penuduh or Tertuduh seharusnya dimintakan klarifikasinya, demi kejelasan siapa jatidiri mereka.
Apakah pengadilan sudah cukup kuat untuk melaksanakan itu ¿ tanyalah pada rumput yang bergoyang... :P Tapi yang jelas, spt peribahasa Planet Mars: SESUATU YANG MENGAMBANG ITU TAK SEDAP AROMANYA.
Yang aslinya dalam bahasa Mars berbunyi:
lo' mu kale mo tongko. sema ko mangsudu..beeeee...... Heuheuheu... ^_~

sistem korupsi ternyata berawal dari kampus...

entah ini hanya ada di kampus saya ..... atau tidak tetapi ini nyata!
Mahasiswa yang katanya memiliki peran besar dalam reformasi bangsa ini tidak dapat dipungkiri melakukan tindak korupsi pula. berawal dari pembuatan proposal kegiatan, sampai mekanisme pencairan dana. setiap mahasiswa aktivis pasti beralasan bahwa itulah sistem di kampus, bahwa uang tak akan cair bila tidak ada laporan penggunaan dana terlebih dahulu, maka dari itu stempel-stempel yang digunakan pada laporan pembelanjaan dana adalah stempel palsu atau meminta stempel fiktif.
Pengalaman ini saya dapat ketika saya berada pada kepengurusan salah satu organisasi kampus. selain itu berbagai potongan yang diberikan oleh kampus membuat mahasiswa mengajukan dana pada proposal terkesan mengada-ada, karena kembali lagi pada alasan klasik bahwa mahasiswa juga tidak mau tombok.
Jika dari bangku kuliah saja diajarkan sistem seperti itu, saya tidak heran, petinggi-petinggi bangsa ini yang notabene dulunya kebanyakan juga aktivis, melakukan tindak pidana yang dulu dia koar-koarkan untuk dibabat habis, sekarang dikoar-koarkan (meski tidak kentara) untuk dilegalkan melalui berbagai jalan termasuk suap menyuap.
Sistem ini dipertahankan oleh para birokrat kampus karena sistem ini adalah sistem warisan yang ternyata memang menguntungkan mereka, saya jamin seratus persen bahwa negara selalu dirugikan oleh para birokrat kampus, karena saya berkali-kali menerima pesanan barang keperluan kampus yang harganya jauh di bawah harga yang tertera di laporan keuangan fakultas yang ditujukan kepada negara. UUUUhhhhh, memang dunia sudah gila, dan yang saya takutkan adalah itu akan kembali kepada saya.....doakan yah, ketika saya sudah menginjak masa dewasa (sudah lulus-red) saya tidak terjerumus ke surga dunia... amiiin